Saturday, December 14, 2013

The One That Got Away -ShortStory-


THE ONE THAT GOT AWAY

Namaku Nathalie. Tahun ini aku berusia 17 tahun. Memilikki 2 sahabat bernama Christie dan Flonia. Diusia 16 tahun lebih ini juga aku telah memilikki seorang sandaran hati. Meskipun ia lebih muda dari aku (8 bulan ok, aku bukan pecinta berondong yang jauh perbedaan usianya), dia cukup dewasa bagi aku. Dia baik, dia care, dia romantis, dia humoris, dia pengertian. Hanya saja dia sering kali cuek dan gak peka. Tapi aku sangat merasa nyaman dengannya meskipun harus ada rintangan berupa jarak. Ya, kami mengalami Long Distance Relationship. Kau tahu? Berat sekali rasanya untuk menjalani ini. Kepercayaan adalah kunci utama untuk mempertahankan hubungan kami. Maka karena itu aku mencoba untuk memercayainya. Kau pikir gampang, heh? Dia keren dan aku rasa dia cowok favorite di sekolahnya. Lebih gampang memercayaiku yang guess what, cantik aja nggak. Jadi gak bakal ada yang naksir aku. Tapi apapun itu, ia memercayai ku, mengapa aku tidak percaya terhadapnya? Namanya Gabriel.
Hanya saja semakin lama, semakin sulit. Belakangan ini komunikasi kami merenggang, ia semakin cuek terhadapku. Aku tahu mana cuek biasa dan mana cuek tidak biasa.

Christie
ü  GALOOOO!!!
·         Nape lagi?
ü  Dia gak bbm sampe sekarang masa. Gue takutt..
·         Takut apa sih? Lo bisa bbm duluan kan? Gengsi lo ketinggian sih.
ü  Apaan gentleman dong! Masa cewek duluan.
·      Tuh kan gengsi -_- susah kalo nasehatin lu mah! Emansipasi kali nyak!-_-
ü  Tau’ ah! Ribet curhat sama lu-_-

Flonia
ü  GALOOOOO!!!
·         Kenapa?
ü  Dia gak bbm sampe sekarang..
·         Sibuk main game kali..
ü  Apaan -_- masa sampe gak inget sama aku..
·         Ya dia kan true gamers.
ü  Ternyata gak pengertian juga.. dikirain kau lebih care kan sama aku -_- males ah!

Ribet sih ya punya sahabat gini. Yang satunya –Flo- gak ngerti tentang cinta (bayangin berapa banyak yang suka dia dan hampir semua cowok dibilang ganteng sama dia-_-) Yang satunya –Christie- asyik sama pacarnya sendiri yang ngeyel juga. Miris banget sih. Mungkin aku emang harus dengerin kata Christie kali ya buat ngecoba bbm dia duluan? Coba aja deh.
Belum dibbm dan akhirnya ringtone BlackBerry-ku berbunyi.

Gabriel
Calling…
“Hallo..”
“Haii.”
“Kamu apa kabar hari ini?”
“Baik.. Kangen kamu..”
“Aku juga..”
“Hehe..”
“Nathe, kayaknya aku harus ngomong sesuatu sama kamu..”
“Apa? Kamu mau curhat tentang nilai? Atau cewek-cewek di sekolahmu yang nembak kamu tapi kamu gak tahu cara nolaknya? Atau apa? Aku siap dengerin kamu kok.”
“Nggak.. Bukan nilai, bukan nolak cewek, kali ini beda.”
“Jadi apa? Aku siap dengerin kamu kok.”
“Ehm.. Nathe, kayaknya kita cukup sampai disini deh..”
“Mmm.. Gabriel, ini tanggal 4 Maret, belum waktunya April mop loh..”
“Ini bukan April Mop.”
“Jadi kamu becanda aja? Hahaha… sumpah itu cukup buat aku getar getir.. haha..”
Listen, Nathe! I’m not kidding. I think we’ve done here.
But.. but why, El? Tell me.
I found someone better.
Yes! I did it too. But, guess what? Aku tepis rasa itu, aku gak peduliin orang itu dan itu semua karena kamu! Karena aku sayang kamu, aku tahu kamu percaya sama aku dan aku gak mau ngerusak kepercayaan kamu ke aku! Tapi.. ini balasan kamu, El?”
Sorry Nathe..”
“Ok, kalau ini emang keputusan kamu aku terima El, but anytime you need me, I’ll be there. Thanks buat hari ini, udah ngecampur adukkin perasaan aku..”

NICE! Aku gak pernah se-nyesek ini! Aku gak pernah sesayang ini sama cowok dan for the first time it’s really hurts!
Aku menghempaskan diri ke atas tempat tidurku. Ku raih boneka pink yang dikirimnya untukku tahun lalu sebagai kado anniversary pertama kami. Dan malam itu, aku tak dapat lagi menjelaskan bagaimana perasaanku. Diputuskan dengan alasan ia telah mendapatkan yang lebih baik. Beribu cowok yang lebih nyata ada di hadapan aku. Yang mungkin bagi orang lebih keren daripada dia, tapi aku tetap memilihnya. Karena rasa cinta aku ke dia lebih besar dibandingkan rasa kagumku pada orang-orang.

--

Sinar mentari menembus jendela kamarku dan aku mendapati diriku tertidur dengan sangat berantakkan. Ini hari minggu. Aku beranjak ke cermi untuk menyisir rambutku dan melihat wajah kusutku. Mata bengkak, hidung memerah, rambut berantakkan.
“Nathe.. Buka pintunya dong. Ini kami. Christie sama Flo.”
“Sebentar.” Aku membuka pintu untuk mereka dan kembali menguncinya setelah mereka masuk.
“Nathe, kata mamamu semalam kamu gak makan malam. Kamu kenapa sih?” Tanya Flo.
“Kamu nangis, Nathe? Matamu bengkak gini. Kamu kenapa sih? Kita sahabat kan? Kok saling tertutup gini.” Kali ini Christie yang membuka suara.
Dan kemudian aku tak dapat menahan tangisku lagi. Aku menghambur memeluk Christie yang duduk tepat disampingku.
“Kamu kenapa, Nathe?” Tanya Flo khawatir sambil mengusap pundakku, mencoba menenangkanku.
“Gabriel.. Gabriel mutusin aku..” Jawabku sesenggukkan.
“Hah?! Kok bisa?” Tanya Christie kaget dan aku dapat menangkap raut wajah kemarahan dari keduanya terutama Flo.
“Dia bilang.. dia dapat.. yang.. lebih.. baik dari.. aku..”
“DASAR COWOK! GAK TAHU UNTUNG BANGET SIH!” Christie murka.
“Udahlah! Kamu juga pasti bisa dapat yang lebih baik dari dia! Kalau dia bisa, kenapa kamu enggak? Iya kan? Udah lah! Gak usah nangisin cowok gak penting kayak dia! Gak menghargai banget dapat cewek baik kayak kamu, Nathe!” Dan ini pertama kalinya aku melihat Flo semarah ini.
Aku terdiam. Hanya dapat menangis.
“Hari ini, kamu luapin semuanya, Nathe. Setelah itu jangan lagi ingat-ingat tentang dia! Ok?” Pinta Christie.
Thanks ya, girls.” Mereka mengangguk menanggapiku.
“Tadi kami beliin kamu nasi uduk. Kita makan ya. Gak boleh gak makan.”
Aku mengangguk.
“Gak enak. Tawar.” Ujarku.
“Dinikmati. Sambelnya pedas loh.” Ujar Christie.
Aku hanya menatap kosong. Dan lagi, air mataku mengalir.
“Nathe, dimakan dong.” Pinta Flo.
Aku menggeleng lemah. Melihat kondisiku, mereka memelukku.

--

2 bulan kemudian.
Tanggal 18 Mei pukul 23.50. Besok adalah hari ulang tahunnya. Aku bimbang, haruskah aku mengucapkannya? Dan akhirnya aku mengetik ucapanku.

Gabriel
ü  Happy birthday Iel :) wish you tons of luck and happiness, wish you everything good for you. May God bless you always. Gimana sama pacar barumu? Pasti bahagia ya? Aku turut senang deh. Doain aku supaya gak terpaut masa lalu lagi ya. Dan izinkan aku buat yang terakhir kalinya ucapin ini ke kamu, I love you, Iel. Once again happy sweet 16th ya.
·         Thanks ya. Amin. Sorry for hurting you.
ü  Welcome.
Kalau ini memang yang terbaik buat kamu, Iel. Aku pasti relain kamu. Tapi izinkan aku untuk tetap menyimpan rasa ini untuk kamu. Sampai kapanpun, aku gak akan pernah bisa lupain kamu. Sampai kapanpun. Thanks for everything. Terima kasih udah pernah hiasi hati aku, udah pernah warnai hari-hari aku. Now until forever, you’ll stay in my heart. I love you, Iel.

Summer after high school when we first met
We make out in your Mustang to Radiohead
And on my 18th Birthday
We got matching tattoos
Used to steal your parents' liquor
And climb to the roof
Talk about our future
Like we had a clue
Never planned that one day
I'd be losing you
In another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away
I was June and you were my Johnny Cash
Never one without the other, we made a pact
Sometimes when I miss you
I put those records on
Someone said you had your tattoo removed
Saw you downtown singing the Blues
It's time to face the music
I'm no longer your muse
But in another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away
The o-o-o-o-o-one
The o-o-o-o-o-one
The o-o-o-o-o-one
The one that got away
All this money can't buy me a time machine
Can't replace you with a million rings
I should've told you what you meant to me
'Cause now I pay the price
In another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away
The o-o-o-o-o-one
The o-o-o-o-o-one

The o-o-o-o-o-one
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away

---

okay! DONE! Ini sad ending tapi gak ngefeel! Sorry ya. ini request dari orang aku gak tahu namanya tapi uname twitternya: @swaggy_shintt . Sorry ya kalo jelek, aku lagi gak ngerasain sad ending jadi mungkin gak ngefeel. Thanks for reading ya. Comment dan Kritik bisa di bawah (dikolom komentar) atau mention ke @Sher_Sherlen .
Thanks for reading :) Sorry if there's any typo(s) or mistake(s).

Friday, August 2, 2013

Short Story About You. (Cerpen)

Ku tak bisa menebak
Ku tak bisa membaca
Tentang kamu
Tentang kamu

Cheryl Christania. Gadis berusia 15 tahun yang mulai mengenal arti cinta yang sebenarnya. Remaja yang mulai hidup dalam kebiasaan dan kewajaran remaja yaitu jatuh cinta. Niel. Mungkin cowok beruntung yang mendapatkan perhatian darinya. Mungkin cowok beruntung yang bisa mendapatkan ketulusan cinta dari seorang remaja setia seperti Cheryl. Tetapi itukah balasan dari seorang Niel? Itukah? Menyia-nyiakan ketulusan Cheryl, mengabaikan kehadiran Cheryl dalam hidupnya, mengacuhkan Cheryl seakan ia hanya sebuah roh transparan yang tak kasat mata, yang tak dapat dilihat oleh manusia.
Mungkin. Cinta Cheryl dan ketulusannya mungkin hanya roh transparan. Tetapi dalam hal itu, tak bisa kah Niel menjadi seorang indigo yang bisa melihat roh? Setidaknya merasakan hadirnya disekitarnya dan mengetahui bahwa itu adalah roh transparan, perasaan sebuah cinta yang ditujukan padanya dari remaja tulus yang merupakan temannya yang beranama Cheryl.
Tetapi.. perlahan semua berubah saat mereka ditakdirkan sekelas lagi pada tahun ini. Kelas 10. Kehidupan pertama di SMA.
"Ryl, aku lihatin dari tadi Niel merhatiin kamu mulu." Bisik Verina -sahabatnya-.
"Ver, aku udah setahun lebih suka sama dia. Dan aku tahu dia gak akan pernah merhatiin aku. Jadi gak mungkin lah. Jangan ngarang eh. Semiris itukah keadaan aku sampai-sampai kamu harus ngarang cerita untuk nyenangin aku?" Balas Cheryl kecil. Hatinya mencelos.
'Aku gak mau GR, Ver. Aku takut jatuhnya sakit. Bukannya gak sadar, aku sadar, sangat sadar. Matanya jadi sering menatap aku, sikapnya mulai melembut. Tapi itu bukan tonggak jaminan untuk aku bukan?' Batin Cheryl.
"Ih.. Gak percayaan banget sih. Arah jam 2 kamu. Lihat deh." Cheryl menoleh kearah jam 2 dari posisinya dan mendapati Niel sedang menatapnya membuat mereka mengalami eyes contact. Lagi-lagi Cheryl mencelos.
'Semua bukan jaminan, Yel. Aku takut jika aku sudah terlalu berharap semua akan sakit. Kamu tahu aku mencintai kamu, tapi kamu gak akan pernah membalasnya dan aku tahu itu. Sangat tahu itu. Maka sebelum ada kepastian aku -mencoba- tak terlalu berharap, Yel. Meski aku tahu kamu gak akan pernah memberikan sebuah kepastian. Aku.. aku sendiri tak bisa menebak dan membaca isi hati dan pikiran kamu. Aku takut apa yang ku bayangkan berbanding terbalik dari isi hati dan pikiran kamu.' Cheryl larut dalam bisikkan hati kecilnya. CHERYL TIDAK BOLEH TERLALU BERHARAP. Ya, tidak boleh.
---
Ia berdiam diri di mobilnya. Sengaja ia tidak turun dari mobilnya karena tak ingin diganggu. Ia tahu orang tuanya tak mungkin pulang pada jam ini karena sibuk dikantor. Hujan yang mengguyur, membasahi bumi dan meniupkan terpaan angin dingin tak membuatnya berubah pikiran. Ia tetap disana. Ia membesarkan volume radio mobilnya sehingga ia bisa tenang dengan gulungan pikiran-pikirannya.
"Selamat siang. Kembali lagi bersama Requester di Radio Galau 123.456FM. Kali ini ada lagu request-an nih. Dari Valeria. Haii, aku request lagu Dewa19-pupus dong. Lagu ini buat si dia yang gak peka-peka. Semoga dia dengar deh. Amin Valeria, semoga dia dengar ya. Kalau begitu mari kita langsung saja dengarkan Dewa19 dengan Pupus."

Aku tak mengerti apa yang ku rasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu..

Rongga dada Cheryl mulai mengalami pengecilan, membuat udara-udara yang masuk begitu terbatas. Sesak yang menghujamnya begitu keras setelah pendengarannya dirasukki lagu ini. Ia mulai kehabisan nafas, menahan semua luapan emosi di dalam dadanya, menahan semua sakit yang ia rasa. Tapi apa daya? Siapa dia? Dia... bukanlah siapa-siapa dimata Niel.

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara...

Air mata mulai berkumpul menggumpal di pelupuk matanya. Membuat matanya mulai berkaca dan pandangannya kabur. Dalam satu kedipan dan air mata itupun jatuh.
Rongga dadanya masih sempit, dadanya masih sesak, ia masih gemetaran dan kini ia menangis.

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Hatinya? Tak ada yang bisa menggambarkan bagaimana hatinya, termasuk ia sendiri, termasuk ia yang mengalami. Mungkin sudah hancur, rusak, rapuh dan remuk. Ya. Bertepuk sebelah tangan.
'Sadarlah Cheryl, kalian takkan menyatu.' Batinnya berbisik lembut seolah merasakan perasaan iba padanya.
Terlalu kecil untuk merasakan cinta? Tidak! Dia sudah mengerti, terkadang ia mengeluh, tapi ia tak pernah berhenti memberi, tetapi ia tetap mencintainya.

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya kaupun mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tau...

Cheryl. Mungkin... mungkin dia satu-satunya batu karang yang bertahan meski diterjang jutaan ombak. Satu-satunya batu karang yang mempertahankan lapisannya sehingga meskipin diterjang ombak ia tetap tak terkikis dan bertahan. Dan lagi, ia hanya sebuah batu karang yang kini mulai terkikis perlahan.

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
---
Kau buatku bertanya
Selalu dalam hatiku
Tentang kamu
Tentang kamu

Cheryl terduduk depan meja komputernya. Matanya menatap kosong keluar jendela. Pikirannya berkelabut tanpa bisa dihentikan. Mungkin ia menjadi orang stress sekarang. Betapa lucunya seseorang bisa menjadi gila karena cinta. Petikkan gitar terdengar dari kamar sang adik yang tepat di sebelahnya. Senandung kecil mulai terdengar dari kamar adiknya, Chelsea.

Aku juga ingin jatuh cinta
Seperti yang lainnya
Kini saatnya untuk jatuh cinta
Karena dia t'lah nyatakan cinta
Tapi ku takut takut jatuh cinta
Takut takut patah hatinya
Takut takut jadi gila
Karena cinta
Takut takut jatuh cinta
Takut takut patah hatinya
Takut takut jadi gila
Karena cinta
Namun bimbang kini yang ku rasa
Akankah dia trus setia
Atau hanya untuk sementara
Membuat aku kecewa...
Tapi ku takut takut jatuh cinta
Takut takut patah hatinya
Takut takut jadi gila
Karena cinta
Takut takut jatuh cinta
Takut takut patah hatinya
Takut takut jadi gila
Karena cinta.

Seperti refrain lagu 'Takut Jatuh Cinta' BLINK, seperti itu jugalah perasaannya. Ia takut jatuh cinta karena ia takut patah hati dan akhirnya menjadi gila. Semua kemungkinan yang bisa terjadi karena sebuah kata beribu makna dan sebuah rasa yang tak bisa diteorikan. 'CINTA'.
Ia bingung. Semua selalu ia tanya kan, hanya di dalam hatinya, hanya pada dirinya sendiri. Tak ada yang tahu bagaimana perasaan seorang Cheryl hancur berkeping-keping hanya karena di bom atom oleh sikap Niel. Mungkin sudah seperti kota Hiroshima dan Nagasaki saat dibom atom oleh Amerika. Mungkin tidak sehancur itu, atau mungkin lebih hancur dari itu, menyebabkan ribuan sel-sel syaraf yang bisa membuatnya mengenal cinta perlahan mati tak berfungsi.

Bagaimana bila akhirnya ku cinta kau
Dari kekuranganmu hingga lebihmu
Bagaimana bila semua benar terjadi
Mungkin inilah yang terindah

Ia memutuskan untuk tetap berjuang, tetap mempercayakan hatinya pada seorang Niel yang sudah memporakporandakan hatinya. Membuat hatinya hancur, membuat perlahan demi perlahan ia mulai tak bisa merasakan apa-apa lagi selain merasakan sebuah perasaan bahwa ia harus merelakan hatinya terluka karena cinta. Memberikan pengorbanan besar pada orang yang bahkan tak sedikitpun memperdulikannya. Ia, mencintai Niel bukan karena mengharapkan balasan, tetapi karena ketulusan hatinya yang benar adanya. Ia mencintai Niel. Ia mencintai kelebihan Niel pastinya, tetapi bukan hanya itu, ia juga mencintai kekurangan Niel. Tidak layaknya remaja pada umumnya yang mencintai karena 'ada apanya' tetapi ia mencintai 'apa adanya'. Ia rela memberi walau ia tahu ia takkan mendapatkan apa-apa. Ia beranggapan bahwa ini terindah meski bukan terindah.
Ada yang begitu bodoh melakukan pengorbanan pada seseorang yang bahkan tak menganggapnya? Ada.
It's just a short story about you. A short story for you to know how big my love for you.
Dan semoga akhirnya Niel akan peka pada perasaan Cheryl. Semoga pada akhirnya Niel akan menyadari betapa besar pengorbanan Cheryl untuknya. Melukai hatinya sendiri untuk orang yang ikut melukai hatinya.
Semoga Niel sadar sebelum semua terlambat.
Ada yang mencintai saat dia telah melupakan? Ada. Dan semoga dia bukan salah satunya.

Lihat ku disini
Kau buat ku menangis
Ku ingin menyerah
Tapi tak menyerah
Ku coba lupakan
Tapi ku bertahan
Kau terindah
Kan selalu terindah
Aku bisa apa
Tuk memilikimu
Kau terindah
Kan selalu terindah
Harus bagaimana
Ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku
Mungkin lewat mimpi
Ku bisa tuk memberi
Ku ingin bahagia
Tapi tak bahagia
Ku ingin dicinta
Tapi tak dicinta
Kau terindah
Kan selalu terindah
Aku bisa apa
Tuk memilikimu
Kau terindah
Kan selalu terindah
Harus bagaimana
Ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku.
Kau pemilik hati..
Kau pemilik hati..
Kau pemilik hatiku
---

DONEE!!! AND GAK NGEFEEL KAN PASTI? ALURNYA KECEPATAN KAN PASTI? -_- maklumin ya saya kan amatiran. Buat yang baca, kritik yaa.. ^^
@Sher_Sherlen
-Lagu radio: Pupus (Dewa 19)
-Lagu yang dinyanyiin Chelsea: Takut Jatuh Cinta (Blink)
-Lagu cerpen (yang italic tanpa bold ituloh): Tentang Kamu (BCL)
-Lagu ending: Pemilik Hati (Armada)
Thankyou ^^ Kritik saran ya ^^

Friday, July 26, 2013

8G IBC (2012-2013)

Hai teman-teman 8G. Apa kabar kalian semua? Udah pada pisah kelas sekarang :') aku masih sering galau kangen 'kita' loh. Meski pada pisah kelas, semoga kita masih tetep bisa berteman dekat dan kompak ya.
Sumpah. aku kangen banget sama kebersamaan kita, sama gimana kita dibilang alim (nyatanya kalau ada guru yang dibenci langsung habis--v), kangen gimana kita dibilang kelas paling baik, gimana kita dengar kelas kebanggaan kita dipuji terus, gimana kekompakkan dan kebersamaan kita. Kangen semua tentang kita pokoknya. :')
Kalian. 7G itu kelas yang mungkin gak pernah aku banggain (soalnya hancur banget banyak geng-geng yang berselisih), kalau 9F belum tau sih. Tapi kayaknya, aku pun gak akan sayang sama 9F sesayang aku sama 8G. Ingat kan gimana 8G juga banyak kubu?
Cindy cs, Hanna cs, Yoce cs, Billy cs, David cs. Tapi kalau kita pecah kelompokpun kita bisa saling membaur. Kayaknya gak ada yang saling benci ya di 8G (kalau ada pun sebatas gak suka aja). Semua gak ada yang bertengkar. Semua tetep kompak, semua tetep sama-sama meski kadang ada masalah.
Ingatkan yang pas kita kasi farewell party buat mdm Fransiska. kayaknya cuma kita ya yang kasi farewell party sampe buat kue sendiri (dan gilanya cheese cake nya berisi sebatang keju dan garam). Dan aku agak bangga sih. Hehe.. Soalnya kita bisa kerja sama sekelas untuk membuat kelas kita kelas yang paling terpuji.
Dikelas kita rata mungkin ya. Yang berprestasi gak cuma satu dua orang. (sampe-sampe ada yang galau gara-gara persaingan) Tapi gimana pun kita bersaing, kita tetep bisa bersahabat. Persaingan sehat gitu B-)
Ingat gak masalah kita sama kelas 7H (2012-2013) itu. Haha.. Jadi TrendingTopics8G waktu itu ._.v Kompak banget ya kita waktu itu. :')
Ingat gak pas pelajaran Inggris terakhir kita sama miss Mardalina? Bukannya belajar buat UKK kita malah sempat-sempatnya main petak umpet sekelas =)) Lalu aku sama Kartika telat masuk gara-gara gak tahu. HAHA :") Kangen bangetttt.
Kangen loh sama kalian. Ambisi-ambisi Hanna, Cindy, Yoce. kocaknya Billy, Nathan, Ojak. Gilanya Rexel dan Gian --v
KANGEN KALIAN 8G!!! KANGEN BANGET :'(
Cuma satu wish aku:
Kita masih bisa kompak dan bersahabat meski beda kelas.

Aku sayang kalian semua :')
Andro, Antony, Bella, Billy, BCL, David, Fernando, Grace, Gian, Hanna, Hansen, Imelda, Kartika, Louisa, Manda, Martin, Mellysa, Nathan, Novia, P.Ojak, R.Prita, Rexel, Rosilind, Sherensya, aku (Sherlen), Titania, VS, Verika, Yocelyn dan Yolanda.
Aku harap kita tetep bisa sahabat. Nyatuin 30 pribadi 8G (2012-2013) yang udah terpisah. Love you all :')

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
Ada cerita tentang kelas D'lapan G
Saat kita bersama, saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka, saat kita tertawa

:') Miss you all.
We are one, 8G :')

ini pas hari batik nasional :')
Ingat banget waktu itu, aku ada susulan MID test agama di ruang guru, dengar beberapa guru gosip (penguping ._.v):
Mdm Siska: Tadi si Catur fotoin anak-anaknya.
Bu Tere: *kalau gak salah* Emang tuh kelas mereka bagus.
Mdm Siska: Iya. Kelas mereka yang paling banyak pakai batik. Cuma beberapa aja yang gak pakai.

Dan lagi-lagi aku bangga :')



kalau ini beberapa dari 8G pas farewell sama guru-guru UPH tahun lalu. :)

Sekali lagi, miss ya 8G :')
You Will Always Be My Friends :')

Wednesday, July 3, 2013

ChelseAddict (Sekedar Emosi Seorang CA)

AGATHA CHELSEA TERRIYANTO. Perempuan kelahiran Bandung, 18 Desember 2001.  Perempuan yang memiliki sejuta talenta.
Menyanyi, model, bermain piano, host, dan bahkan ditengah kepadatannya menjadi seorang bintang setelah mengikuti Idola Cilik 2013 dan keluar sebagai 3 besar ia masih bisa mendapatkan juara 1.
Chelseaddict. Nama yang ia berikan bagi pendukung-pendukungnya.

Disini aku mau ngeluarin uneg-uneg aku tentang Chelseaddict.

Hai CA! :) Kalau yang follow @Sher_Sherlen pasti kenal dia dong ya? Chelseaddict frontal hatersnya Cindai.
Girls! kalian larang aku jadi haters Cindai karena takut Chelsea di bully?
Girls, beberaapa antara kami hanya udah muak girls. Ingat dulu gimana mereka bully idola kita? Lagian tanpa aku bash Cindai pun ChelseaHaters tetep ada kan?
Kalian gak bisa ngelarang CA yang benci sama Cindai. Karena itu hak mereka.
Ada beberapa CA milih diam agar tak menimbulkan masalah, tapi ada beberapa CA milih berkoar dan frontal untuk membela Chelsea :)
Sekarang Chelsea diledek gigi tonggos, Chelsea di ledek gak berbakat, Chelsea di bilang ada 'main' sama pihak RCTI, kalian setuju gak? Enggak kan?
tapi cara kita beda. Kalau kalian milih diam aku milih frontal.
Sekarang hal yang bener-bener pengen aku bahas. dan aku yakin @OfficialChelRyl @FacttChelsea setuju. ;)
ChelseAddict! Dulu pas Chelsea dibully CLCs, CLCs mana ada yang care. Kalaupun ada pasti cuma dikit! Sekarang pas Cindai di bully, kenapa kalian pada care sama dia?
Ini kalian kelewat baik atau kelewat bodoh? :)
Jujur dulu aku juga gitu. Ngebela Cindai. Sampai akhirnya pada satu titik aku udah bener-bener kesal, capek, muak dan beralih jadi Cindai Haters. Sekarang, kita SEMUA jadi CLCs juga GAK MENJAMIN mereka SEMUA jadi ChelseAddict kan? :)
'Chelseaddict' itu bukan cuma status! Kalau kamu mengakui kamu 'Chelseaddict' artinya kamu benar-benar support Chelsea. Gak kayak gini :)
Kayak misalnya KTP. Status kalian 'Single' ya 'Single', 'Menikah' ya 'Menikah'. Gak bisa kan kalian menikah tapi statusnya 'single' atau single tapi statusnya 'menikah'.
Tolong ya kalau bener-bener 'Chelseaddict' itu buktikan! Jangan cuma ngomong kamu 'Chelseaddict'. :)
Dan buat fanbase-fanbase juga pengguna account twitter.
Tugas Chelsea banyak. Gak cuman balasin mention kalian.
Buat acc pribadi: Gak dibalas sama Chelsea gak berarti Chelsea gak care kan. Kalau kamu 'REAL CHELSEADDICT' buktikan. Jangan cuma ngomong. Jangan cuma gak pernah dibalas lalu kalian jelek-jelekkin dia, hina-hina dia, jadi ChelseaHaters. Giliran udah dibalas nanti malah balik jadi ChelseAddict. Itu namanya kalian 'FAKE'. Gak bisa ngertiin Chelsea, munafik, egois dan plin-plan.
Dan buat account Fanbase: Kalau emang belum di balas, di folback dan di resmiin jangan jelek-jelekkin Chelsea! Kalian fanbase loh! Lagian banyak juga kan fanbase yang belum di followback dan di resmiin? So please! Ngertiin Chelsea. Untuk Chelsea ngertiin kita itu berat karena Chelseaddict memiliki sifat beda-beda. Tapi untuk kita ngertiin Chelsea gampang kan? Karena dia cuma satu pribadi.
Please Chelseaddict! Jangan gini! Balik jadi Chelseaddict yang dulu. Yang selalu ngertiin Chelsea, yang selalu ada buat Chelsea, yang selalu support Chelsea.
Sekali lagi: 'CHELSEADDICT' BUKAN CUMA SEKEDAR STATUS!
dan sekali lagi: KITA JADI CLCs GAK AKAN BUAT CHELSEA HATERS BERHENTI MEMBENCI CHELSEA.
Just that :)

Thanks Chelseaddict.
Yang mau komentar atau opini atau bash bisa ke : @Sher_Sherlen.
Aku terima dibash kok :) Tapi kalian akan tahu maksud aku nantinya. :)

Oh ya. For real ChelseAddict, follow ya : @CAddictsHearts
aku buat fanbase itu baru-baru. Bagi CAddicts yang mau curhat bisa mention atau dm kesana. :) Karena aku buat itu senngaja untuk CA yang mau nyampaiin isi hatinya. sesuai dengan UNamenya @CAddictsHearts. Chelseaddicts' Hearts :)
Thanks :)

L.O.V.E


Dan cinta? Takdir? Kita takkan tahu pasti. Mencintai tapi bisa saja tak memiliki. Tuhan memiliki garis itu. Garis yang telah ditentukan-Nya. Garis yang hanya Ia sendiri yang tahu. Yang bisa kita lakukan hanya mengikuti jalan-Nya. Termasuk mengikuti jalan-Nya untuk kehilangan orang yang berharga dalam hidup kita. Karena memang, pada dasarnya semua akan merasakan kehilangan, dimana pertemuan akan selalu berujung pada perpisahan.

Aku memandang sendu kearah pemuda itu. Pemuda yang benar-benar termenung seolah tak mempunyai semangat hidup.
"Vin. Sampai kapan lo gini?" Tanyaku pelan.
"Sampai dia jadi milik gue."
"Jangan gila, Vin! Dia tunangan Gabriel!" Bentakku.
"Tapi gue sayang dia!!! Kok lo jadi belain Gabriel sih?!!" Bentaknya balik. Aku tersentak.
"Maksud gue gak gitu Vin. T..tapi Gabriel kan sahabat lo."
"DULU!"
Aku menghela nafas berat.
"Lakukan yang menurut lo benar Vin."
Aku tak lagi bisa menasehati dan mencegahnya. Aku tak lagi dapat membuatnya sadar akan kesalahannya. Terbelenggu kisah buta sebuah cinta, membuatnya perlahan berubah. Dia. Bukan lagi Alvin ku yang dulu ku kenal. Sama sekali bukan Alvin ku lagi. Aku....hanya dapat menahan didalam hati, hanya dapat menahan kata-kata yang berkecamuk dan meronta seolah ingin keluar. Aku....merindukan Alvin ku. Selalu begini. Dulu Zevana, Acha dan sekarang gadis itu. Mengapa dia terlalu buta untuk menyadari sesuatu? Aku akan terus menolongnya. Sahabatku. Aku akan terus ada untuk dia. Tak peduli segimana dia asik sendiri dengan dunianya tentang gadis itu.
---
"Alvin! Stop playing with her! I hate her!" Gadis itu menarik lengan Alvin yang sedang bermain gitar mengiringiku bernyanyi.
"But w.. why? She's my best friend, Via."
"You always spend your time with her! She doesn't love you! She just want your money and after she got that's all, she will leave you!"
"Ehm. You may hate me! But never judge my feel for Alvin! You don't know anything 'bout me!" Bentakku.
"Shilla!"
"What?! Mau belain dia?! Gue tau Vin dia berharga buat lo! Tapi sorry Vin, gue punya harga diri! Dia gak bisa seenak jidat dia ngehakimi perasaan aku untuk kamu! And you! Lo cewek apaan sih?! Cewek kok kayak gini! Gimana ya perasaan Gabriel kalau tau TUNANGANNYA SELINGKUH dengan cowok yang udah Iel anggap SAHABAT! You can't blame him! Karena Alvin gak sepenuhnya salah! Kalau lo tau diri lo gak akan nyelingkuhin Iel."
"STOP IT, ASHILLA ZAHRANTIARA!"
"What?!"
"Dipikir-pikir perkataan Sivia ada benarnya! Lo selalu minta gue beliin ini beliin itu! Boneka-boneka dan kalung lo itu semua dari gue kan?" Air mataku mengalir.
"Gue gak pernah minta Vin! Itu semua bercanda! Tapi lo nanggepin dengan serius dan lo yang bersikukuh beliin gue Vin! Tega lo, Vin!" Aku melepas kalung berbandul hati dengan tulisan 'AlShill' di tengah-tengahnya dan ku kembalikan kepadanya.
"Boneka-bonekanya nanti gue antar ke rumah lo Vin. Thanks Vin! Tapi kalian, kalian gak bisa ngehakimi hati gue, perasaan gue buat Alvin! Kalian gak tau apa yang ada di hati gue!" Aku berlari pulang kerumahku yang tak jauh letaknya dari rumah Alvin.
---
"Shilla.. Shil.. Shilla!" Tak mengindahkan teriakkan Agni, sepupuku sekaligus sahabatku.
Aku membanting figura foto berisikan foto aku berdua Alvin. Enggak! Mereka gak bisa menghakimi perasaan aku! Mereka bahkan tak tahu kalau cinta yang tulus untuk Alvin hanya dari aku! Mereka gak tahu dan gak akan pernah tahu!!!!
Dan kenapa? Kenapa sahabatku-sekaligus orang yang ku cintai- tak memahami perasaanku juga? Malah mengatakan bahwa aku cewek yang hanya mengincar hartanya! Aku meremas keras kertas yang bertuliskan 'AlShill Together Till The End!'
"BULLSHIT!!! GUE GAK PERCAYA LAGI SAMA LO, VIN!!!!"
---
Kenapa? Kenapa manusia bisa buta karena cinta? Kenapa manusia di kontrol oleh bongkahan rasa bernama Cinta? Kenapa bukan rasa cinta itu yang di kontrol oleh manusia? Kenapa manusia seolah bodoh saat mereka jatuh ke dalam perangkap cinta? Kenapa?

Bintang, jawab pertanyaanku ya bintang. Kenapa laki-laki gak peka?
Aku tersenyum perih menatap langit. Mengacungkan jemari telunjuk ku diangkasa mencoba menyatukan beberapa bintang dilangit, menggambar rasi bintangku. Air mataku jatuh. Tak dapat lagi aku mengurungnya. Tak ada suara sedikitpun. Hanya menangis dalam diam. Membiarkan semilir angin berhembus meniup puing-puing kebahagiaan ini. Kebahagiaan yang pernah singgah dihati ini yang kini telah digantikan oleh retakkan kebahagiaan memunculkan sebuah rasa keperihan.
Aku meraih gitar putihku dan mulai memetiknya lembut. Entah karena lagu ini atau bukan, air mataku mengalir semakin deras.

Lelahmu...jadi lelahku juga
Bahagiamu...bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri, cintakulah yang sejati
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau s'lalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya

"SHILLAAA!!!!"
"Apaaa?" Teriakku malas-malasan.
"Oma! Oma!!"
Agni memberikanku telepon rumah yang ia pegang.
"H..halo oma?"
"....."
Aku menjatuhkan telepon itu. Kali ini aku tak sanggup lagi menahan pedih. Pedih yang lebih pedih dari sebelumnya. Aku berlari meraih I-Phone dan dompetku kemudian beralih kemeja kecil mengambil kunci mobil swift ku dan mengendarainya.
Jalan Cendana Blok B nomor 14! Iya! Ini! Pasti ini!
Aku menekan bel berkali-kali sampai seorang gadis keluar dan membuka pintu. Tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara ku tampar keras pipinya.
"Lo bilang gue matre miss Sivia?! SEKARANG SIAPA YANG MATRE?! SETELAH NGURAS HARTA ALVIN LO NINGGALIN ALVIN GITU AJA! LO BUAT DIA TERBANG DAN JATUHIN DIA KE INTI BUMI! LO BENERAN CEWEK SIALAN YANG GAK PUNYA HATI!!!!!"
"Gue? Haha! Dia aja yang kegeeran! Mana ada yang mau sama dia! Yang ada hanya orang yang mau sama HARTA nya."
Lagi-lagi ku mendaratkan tamparan kerasku ke pipinya.
"Hey! Hey! Ada apa ini?"
"Wah. Kebetulan ada lo, Yel." Aku tersenyum melihat wajah gugup Via.
"Hai Iel, lo tau kalung berlambang Alvia yang dikenakan Via itu maksudnya apa? Lo tau siapa yang beliin? Lo tau mobil Ferarri baru Via siapa yang beliin?"
Gabriel menggeleng pelan.
"ALVIN JONATHAN SINDHUNATA! Alvia berarti Alvin-Via, dan lo tahu kan kalau sejak awal Alvin udah suka sama Via? Dan yang lo mesti tahu, 3 bulan ini Via ngehindar dari lo karena dia selingkuh dengan Alvin. Dia berniat ngerampas semua harta Alvin. Dan habis itu dia hempasin Alvin keras! Alvin sahabat lo kan Yel? Lihat apa yang udah dia perbuat sama sahabat lo Yel! Alvin sekarang kritis di ICU karena Via mutusin dia! Via mutusin dia karena udah puas nguras semua harta Alvin!"
Gabriel terlihat mengepal tangannya keras-keras sebelum sedetik kemudian ia menampar keras pipi Via yang sebelumnya sudah memerah karena tamparanku. Ia melepaskan cincin tunangan yang ada di jemarinya dan ia lempar pada Via.
"Mulai sekarang kita gak punya hubungan apa-apa lagi! Besok gue akan bilang ke kedua orang tua gue! Thanks Vi! Thanks!!!"
"Dan gue ngewakilin Alvin! Thanks udah buat dia sakit hati! Lo pantes dapatin ini!!!"
"Shil! Kita ketempat Alvin sekarang!"
Iel segera masuk kursi penumpang mobilku dan segera ku kendarai ke rumah sakit Alshera.
"Oma! Gimana Alvin? Ce Tasya! Ce Nia! Gimanaaa?!!!"
"Al..Alvin koma, Shill."
---
"Alvin. Udah sebulan kamu gak bangun Vin. Bangun. Kamu mimpi apa sih sampai gak mau bangun? Hmm?"
"Kali ini hampir habis dayaku, membuktikan padamu, ada cinta yang nyata, setia hadir setiap hari, tak tega biarkan kau sendiri meski sering kali, kau malah asik sendiri." Aku bersenandung kecil ditelinganya.
"I love you, Alvin." Bisikku lirih.
Ku raba bekas goresan di pergelangan tangan Alvin.
"Ini adalah hal terbodoh yang kamu lakukan Vin. Kamu gak perlu lakukan ini. Karena aku ada Vin. Aku cinta sama kamu."
"Atau ini kebodohan aku? Aku yang tak bernyali mengutarakan perasaan ini sama kamu. Vin! Bangun!"
"Vin.. Lihat nih. Udah ada 31 halaman tulisan-tulisan aku. Tulisan singkat aku tentang menunggu Vin. Menunggu kamu bangun dari tidur kamu."
"Vin. Gabriel udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama Via, Oma sedih Vin, dia sekarang stress, cuma bisa diam, ce Tasya sama ce Nia? Mereka kerepotan Vin, jagain kamu dan oma. Kamu tega sama mereka?"
"Dan aku Vin, seandainya kamu bisa lihat aku yang sekarang Vin. Vin.. Bangun.."
Aku membelai lembut rambut dia.
"Shil, ce Tasya mau bicara." Ujar ce Tasya.
"Shil, tim medis nyerah Shil. Alvin sekarang bertahan cuma karena alat-alat itu. Shil, oma udah berusaha ikhlasin, Shil. Gabriel, ce Nia dan cece juga udah coba ikhlasin. Relain ya Shil. Cece mohon. Biarin Alvin pergi dan tenang disana."
Aku terduduk. Sejak kapan aku bisa merelakan orang yang ku cintai pergi? A..aku gak rela. Tapi jika itu terbaik untuk Alvin, aku coba. Vin, aku sayang kamu.
Aku berjalan pelan menuju Alvin.
"Vin, ini ya mau kamu? Kalau iya, aku gak akan cegah lagi Vin. Pergi dengan tenang. Aku akan jaga oma, ce Tasya dan ce Nia Vin. Vin, sebelum kamu pergi, aku tahu kamu dengar. Aku cuma pengen kamu tahu, aku cinta sama kamu Vin. Bukan karena materi kamu, karena ketulusan ini Vin. Ketulusan hati aku. Vin, aku sayang kamu. Sayang banget. Selamat tinggal Vin. Istirahat tenang disana. I love you." Bisikku sangat teramat lirih, aku yakin hanya kami berdua yang bisa mendengar. Ku kecup pelan kening Alvin. Ku pandangi wajah tenang Alvin yang bertutupkan masker oksigen. Tangan Alvin yang bergantung selang infus. Jika ini menyiksa Alvin, jika memang ini yang terbaik. Biarkan aku yang sakit.
Aku menghadap ce Tasya dan mengangguk. Ku berlari memeluknya.
---

Epilog. (Author)
"Chelsea siap?"
"Siap mami. Tapi papi lama."
Shilla tertawa kecil.
"Hei Shilla. Aku siap!"
"Papi lama ihh."
"Yee kan papi bangunnya siang."
"Makanya jangan keboo.." Ledek anak kecil berusia 4 tahun itu.
"Udah, udah.. Kalian ini gak ada kerjaan apa selain ledek-ledekkan. Yuk. Oma, tante Nia sama tante Tasya udah nungguin loh."
"Mi. Emang kita mau kemana? Kok pakaian hitam-hitam gini?" Tanya Chelsea polos.
"Nanti kamu juga tahu sayang. Yuk."
---
"Omaa!" Chelsea berlari memeluk oma.
"Haloo cucu buyut oma yang cantik.."
"Oma siap?" Tanya Shilla.
"Siap. Kita duluan aja. Nia sama Tasya pergi masing-masing."
"Okelah. Yuk oma. Rio udah nunggu di mobil."
---
"Alvin. Lo masih inget kan ya sama gue? Lo tahu? Dari delapan tahun lalu, tiap hari peringatan, gue gak bosan-bosannya baca surat dari lo Vin. Dan ini pertama kalinya gue bawa anak gue sama Rio kesini. Nih Vin. Udah 4 tahun. Namanya Chelsea. Cantik kan? Pasti dong kayak gue. Hehe.. Iya kan?" Shilla menitikkan air matanya. Rio mengusap pelan punggungnya. Chelsea menatap polos tak mengerti. Shilla mengusap pelan papan salib bertuliskan 'Alvin Jonathan Sindhunata' itu. 8 tahun setelah kepergian Alvin, ia tetap merasakan kehilangan. Meski pun 5 tahun yang lalu ia telah menikah dengan laki-laki pilihannya yaitu Rio, meski pun 4 tahun yang lalu buah hati pertamanya telah lahir.
"Vin, gue bacain lagi ya surat dari lo."

Dear Shilla,
Jangan cengeng! Cengeng banget lo! Maaf ya gue gak bisa jadi sahabat yang baik buat lo. Maaf gue ngecewain lo dengan hal sebodoh ini! Maaafff banget. Tapi Shil, gue sayang sama lo. Shilla! Ashilla Zahrantiara! Sahabat gue dari orok! Hehe! Shilla yang gue kenal itu sekuat batu loh Shil! Jatuh dari sepeda aja gak nangis! Jadi ditinggal gue jangan nangis ya. Gue titip oma, ce Tasya sama ce Nia ya. Jangan nangisin gue lagi cengeng! Udah! Hehe. Love you Shil.

With Laff, :p
Sahabat lo yang paling ganteng, kece, keren tapi takluk karena cinta,
Alvin Jonathan Sindhunata.

NB: AlShill! Together till the end! Laffyu.

"Tuh Vin. Lo udah tenang ya? Maaf ya gue masih cengeng. Vin, gue sayang banget sama lo. Lo tetep sahabat terbaik bagi gue. Vin, Alshill will always together till the end. Gak peduli beda dunia Vin. I will always laffyu."
"Vin, Gabriel sekarang sama sepupu gue loh. Hehe. Si Agni itu. Dia bilang sorry gak bisa datang soalnya Agni lahiran. Vin, gue pamit ya. Gue pasti datang terus kalau ada waktu. Bye Vin." Shilla mengecup papan salib itu.
"Benter Shil!" Cegah Rio.
"Chelsea, say hai sama om Alvin."
"Haii om Alvin." Ujar Chelsea polos.
"Vin, dia Chelsea. Dia anak lo juga. Chelsea punya dua papa ya sekarang. Papi Rio dan papi Alvin. Vin, gue emang ayah kandungnya. Tapi gue tahu Shilla juga cinta sama lo. Dan bagi gue karena maminya adalah Shilla, artinya dia anak kita berdua Vin. Thanks ya Vin udah nitipin Shilla ke gue. Istirahat yang tenang ya Vin. Gue pamit Vin. Bye. Chelsea, now say goodbye papi Alvin."
"Goodbye papi Alvin." Shilla memeluk Rio erat, terharu akan sikap suaminya ini.
"Thanks Rio." Bisik Shilla.
Shilla mengecup pelan puncak kepala Chelsea dan menggendongnya.
"Ce Tasya, Ce Nia, Oma, kak Irsyad, kak Kiki, Bagas, Difa kami pamit ya." Ujar Shilla dan Rio.
"Iya hati-hati ya."
"Oma, tante Tasya, tante Nia, Om Irsyad, Om Kiki, kak Bagas, Chelsea pamit ya."
"Kok kak Bagas dipamitin kak Difa enggak?" Goda Rio.
"Papi apaan sih! Kak Difa Chelsea pamit ya. Bye kak Bagas." Bagas anak Tasya hanya senyum dan melambaikan tangan pada Chelsea.
"Cieee anak mami naksir ya sama kak Bagas. Ciee Chelsea."
"Mami apaan sih ahhh!!!" Chelsea menggerutu malu.
Inilah akhirnya.
---
Dear Shilla,
Jangan cengeng! Cengeng banget lo! Maaf ya gue gak bisa jadi sahabat yang baik buat lo. Maaf gue ngecewain lo dengan hal sebodoh ini! Maaafff banget. Tapi Shil, gue sayang sama lo. Shilla! Ashilla Zahrantiara! Sahabat gue dari orok! Hehe! Shilla yang gue kenal itu sekuat batu loh Shil! Jatuh dari sepeda aja gak nangis! Jadi ditinggal gue jangan nangis ya. Gue titip oma, ce Tasya sama ce Nia ya. Jangan nangisin gue lagi cengeng! Udah! Hehe. Love you Shil.

Satu hal adalah, sekuat apapun batu, ia akan terkikis oleh air dan ditinggal orang yang kita sayang itu lebih menyakitkan daripada sekedar jatuh dari sepeda. Karena sakitnya bukan di kaki, tangan, kepala, atau apapun. Tapi sakitnya dihati, didasar jiwa kita.

Dan pada ujungnya semua hanyalah sad ending. Karena apa? Karena setiap kehidupan berujung pada sebuah hal yang disebut 'kematian'. Yang kita bisa hanya memperbesar mental diri untuk menerima perpisahan dengan orang-orang berharga dalam hidup kita. Filosofi orang yang berkata 'Semua pasti happy ending, if it's not, it's not the end.' itu adalah sebuah kesalahan. Karena semua berujung pada 'kematian'.
---
Hello guizee! Thanks for reading yah guize! Hope you like it. Sorry gak ngefeel. Alurnya terlalu terburu. Sorry banget ya.
Note:
-kalimat yang di italic adalah quotes (yang gak banget) dari penulis
-yang di bold adalah surat dari Alvin.
-yang di italic dan bold adalah lirik lagu.
-lagu dalam cerita ini adalah 'Malaikat Juga Tahu' Dewi Lestari.
Thanks all.
Follow: @Sher_Sherlen