Times.
Waktu,
Kapan
engkau kan membawaku?
Membawaku
ke masa indah,
Masa
indah yang ku nantikan.
Waktu,
Bisakah
kau membawanya?
Membawanya
perlahan kepadaku,
Membiarkanku
bahagia bersamanya.
Waktu,
Bisakah?
Ashilla dan Agnia. Dua
kembaran tak identik yang sangat akur. Keduanya sangat bertolak belakang.
Ashilla yang lemah lembut dan feminim dan Agnia yang tomboy. Tetapi satu hal
menyatukan perbedaan mereka. Patah hati.
Siapa sangka patah hati membuat keduanya sama-sama diambang keperihan.
Agni dan Shilla sedang duduk
diayunan taman rumah mereka. Menatap bintang dan mencoba menggambar rasi
bintang mereka. Berharap salah satu bintang tersebut jatuh dan mereka mulai
berdoa kemudian doa mereka terkabul. Hening. Sangat hening. Hanya suara
jangkrik dan semilir angin yang menerpa keduanya.
"Perih ya, Shil. We're
just nobody. Mereka kan sukanya somebody." Agni memecah keheningan.
"Ify Via. Member blink.
Girlband Season High School. Kita? Dikenal anak kelas doang." Ikut Shilla.
Perlahan air mata mereka
mengalir membasahi kedua pipi mereka.
"Kakakkk.." Suara 2
cowok seraya berlari memeluk mereka.
Deva dan Ray. Kembaran yang
merupakan adik Shilla Agni. Shilla cenderung lebih dekat sama Deva
sedangkan Agni sama Ray. Deva sama Ray kini duduk di kelas IX.
"Kakak kami gak pernah
cengeng. Apalagi masalah cowok." Deva mengusap lembut air mata Shilla.
"Iya kak. Jangan nangis.
Nanti Ray sama Deva ikutan sedih." Ray memeluk erat Agni.
"Makasih ya Ray,
Dev." Ujar Shilla memeluk Deva.
"Ray, Dev, ini kan udah
malam. Kalian tidur sana. Nanti bunda marah kalau kalian tidurnya malam."
"Yaudah deh kak. Kami
tidur dulu ya." Pamit Ray.
"Kalian jangan nangis
lagi. Night kak Shilla, night kak Agni."
"Night Dev, Ray."
Hening. Lagi-lagi hening
menyelimuti mereka.
"Tidur yuk Ag."
Ajak Shilla yang diangguki Agni.
"Night Ag." Shilla
pun memasuki kamarnya.
"Night too, Shil."
Memang kamar mereka terpisah.
Kamar Shilla dipenuhi oleh novel, boneka, accesories dan ber-cat peach. Sedangkan kamar Agni dipenuhi
oleh alat-alat olahraga terutama bola basket dan ber-cat biru tua. Selera
mereka yang berbeda membuat mereka dipisah kedua orang tuanya.
---
"Shilla! Agni!"
Teriak Zeva, sahabat mereka.
"Haii Ze.."
"Masuk yuk! Bu Marisa
bakal nentuin yang isi acara dari kelas kita untuk pensi nanti." Ajak Zeva
semangat.
Shilla Agni hanya mengangguk.
Mereka bertiga pun memasukki kelas. Mata keduanya tertuju pada 2 pasang kekasih
yang berjalan mesra. Lagi-lagi keperihan menyerang hati keduanya. Shilla dan
Agni langsung bergandengan erat. Seolah saling memberi semangat. Saling menoleh
dan.... tersenyum lemah.
"Yuk!" Ajak Shilla
menutupi kesedihannya, menyusul Zeze yang mendahului mereka.
---
"Selamat pagi
anak-anak."
"Pagi bu Marisa..."
Koor 30 anak dikelas XI-IPA2.
"Baiklah. Pagi ini ibu
akan menentukan 5 orang yang akan menjadi wakil kelas untuk acara pentas seni
nanti." Ujar bu Marisa yang langsung direspon dengan sorak-sorakkan
XI-IPA2 kecuali Shilla Agni.
"1. Agnia Deanada.
2. Ashilla Deanada.
3. Cakka Nuraga.
4. Zahra Damariva.
5. Zevana Arga." Dikte bu Marisa.
Shilla dan Agni saling berpandangan.
Sesungguhnya mereka tidak mau mengikutinya. Tetapi bu Marisa adalah tipe orang
yang tidak bisa dibantah.
"Ada pertanyaan?"
Tanya bu Marisa.
"Bu.." Agni
mengangkat tangan.
"Iya, Agnia."
"Kalau saya duet dengan
Shilla, boleh?" Tanya-nya.
"Boleh. Kalian ber5 bisa
solo, duet, trio, band, vocal group atau apapun terserah kalian." Jelas Bu
Marisa.
"Baiklah bu. Terima
kasih." Ujar Agni.
"Kalian bisa persiapkan
dari sekarang. Jam pelajaran hari ini kosong karena ada rapat guru untuk pensi.
Terima kasih dan permisi." Bu Marisa pun keluar dari kelas.
"Ag, Shill, Zah, Ze, ke
ruang musik yuk. Sebelum direbut kelas lain." Ajak Cakka. Mereka berempat
mengangguk setuju dan mengekori Cakka.
Cakka membuka ruang musik. 4
orang di dalam menoleh.
"Ehm, maaf kak mengganggu."
Ujar Cakka.
"Gak apa kok, kalian mau
pakai? Kita bisa bagi."
"Boleh kak?" Tanya
Cakka ragu.
"Iya boleh. Kalian duduk
dulu aja. Abis 2 lagu lagi kami istirahat. Nanti giliran kalian yang
latihan."
Alyssa atau yang lebih
dikenal dengan Ify, Sivia, Febby dan Pricilla. Anggota girlband Blink. Girlband
Season High School yang terkenal. Sekaligus dua diantaranya adalah orang yang
dicemburu Shilla dan Agni.
"Ify sayang. Ini
minumnya."
"Via. Ini. Loh kok
banyak orang?"
Mario Stevano dan Alvin
Jonathan. Dua pemuda yang telah lama menjadi dambaan hati Shilla Agni.
Lagi-lagi Shilla dan Agni
hanya bisa menunduk. Menutupi keperihan mereka. Siapa mereka? Gak akan bisa menarik
perhatian Alvin dan Rio yang notabene nya adalah kapten basket dan kapten
futsal Season High.
"Yosh! Kalian bisa pake
dulu kok." Ujar Via.
"Ma..makasih kak
Via." Balas Agni seraya menunduk. Tak sanggup melihat depannya.
"Siapa dulu?" Tanya
Cakka.
"Zeva, Zahra, kamu, baru
kami." Jawab Shilla.
"Oke."
Zeva duduk memangku bass-nya.
You speak to me
And in your words I hear a melody
But in the twilight it's so hard to see
What's wrong for me
I can't resist
Until you give the truth a little twist
As if you're gonna get away with this
You're not sorry
I can't believe I fell for this
I fell through the hole
Down at the bottom of your soul
Didn't think you could go
So low
Look at what you've done
You're losing me
Here's what you've won
Got me planning to go
Solo
Solo
You sing to me
Too bad you couldn't even stay on key
If your life is such a mystery
Why don't you stick to acting?
Here you go again
You couldn't find my number until when
You thought that you could get to my best friend
Without a script your game is lacking
I can't believe I fell for this
I fell through the hole
Down at the bottom of your soul
Didn't think you could go
So low
Look at what you've done
You're losing me
Here's what you've won
Got me planning to go
Solo
Solo
I'd rather go to a party alone
Than have to walk around with you on my arm
Now that i'm proud to admit that we're done
Good luck trying to find me....
'Cause I didn't think you could go
So low
Look at what you've done
You're losing me
Here's what you've won "
Got me planning to go
Solo
Every day
'Cause you got me planning to go
Solo
Solo
Kami berempat bertepuk
tangan.
"Keren loh Ze."
Puji Agni.
"Ah bisa aja. Gak
keren-keren amat kok. Zah.. Nih.."
Kini giliran Zahra duduk
dibangku keyboard.
Ku buka lembar baruku
Ku mulai dengan langkah pertama
Menuju titik harapan dengan percaya diri
Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu mimpiku pasti terjadi
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu mimpiku pasti terjadi
Impianku pasti mungkin terjadi
Lagi-lagi keempatnya bertepuk
tangan. Suara Zahra yang tinggi mampu membuat mereka merinding.
"Kka.." Cakka
mengambil gitarnya dan duduk memangku gitarnya.
Tiap kali ku melihatmu
Sesak napas dan kehilangan arah
Tolong tolong tolong bantulah aku
Berdiri tegak dengan dua kakiku
Hey little baby
Kau membuat napas ini
Lepas dan tak terkendali, tak bernyali
Tolong kembali, kembalikan napas ini
Berilah sedikit lagi, harga diri
Pernah kumencoba cool didepanmu
Keringat dingin membasahi wajahku
Lalu kau bertanya, apa yang terjadi?
Aku bilang, aku lupa bawa nyali
Hey little baby
Kau membuat napas ini
Lepas dan tak terkendali, tak bernyali
Tolong kembali, kembalikan napas ini
Berilah sedikit lagi, harga diri
Ini semua, betapa besar cintaku padamu
Takbisa lagi aku menjelaskan
Yang aku tahu, yang aku tahu
Aku tergila-gila kepadamu
Selalu begini, selalu begini
Tiap aku mencoba cool dihadapanmu
Jantung terasa lepas
Napas tak terkendali
Nervous mendera sekujur tubuhku
Pasti begini, pasti begini
Tiap aku mencoba cool dihadapanmu
Kata yang kusiapkan lenyap begitu saja
Di depanmu aku seperti tak berarti
Aku selalu lupa bawa nyali
Hey little baby,
Kau membuat napas ini
Lepas dan tak terkendali, tak bernyali
Tolong kembali, kembalikan napas ini
Berilah sedikit lagi, harga diri
"Kka! Keren banget rapp
lo!" Puji Agni.
"Gitarnya jugaa.."
Puji Shilla.
"Hehe.. Thanks Shil. Ag.
Yaudah gih giliran kalian."
Shilla dan Agni menarik
nafas.
'Kenapa kak Rio gak keluar...
Gue maluuu...'
'Astaga kak Alvin keluarrr...
Gue malu ahh...'
Agni memangku gitarnya dan
Shilla duduk dikursi keyboard.
Malam sunyi kuimpikanmu
Kulukiskan cita bersama
Namun s'lalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun s'lalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
T'lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T'lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
'Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
T'lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T'lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu....
T'lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T'lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Kali ini Alvin, Rio, Ify,
Via, Febby, Pricilla dan Zahra, Zeva, Cakka serentak bertepuk tangan.
"Kalian keren
banget." Puji Febby.
"Iya. Feelnya dapat
banget." Ikut Ify.
"Bener! Feelnya
dapat." Setuju Pricill.
"Kerennn
bangeeettt..." Puji Via.
"Sumpah aku merinding
loh dengarnya." Puji Rio.
"Nyanyinya itu kayak
dari hati." Puji Alvin.
"Th.. Thanks kak Febby,
k..kak Ify, kak Pricill, kak V..Via, kak Alvin dan kak Rio." Ujar Shilla.
Mereka tersenyum malu dan menghampiri ketiga teman lainnya yang menatap mereka
terpukau.
---
"Hey! Kalian berdua
belum pulang?" Tanya seseorang menepuk pundak Shilla.
"Eh.. Ah.. Ehh.. Belum
kak Rio. Lagi nungguin taksi soalnya mama gak bisa jemput." Jawab Shilla
gelalapan.
"Temenin gue sama Alvin
makan siang yuk." Ajak Rio.
"K..kak Via sama kak
Ify?" Tanya Shilla.
"Mereka latihan. Kalau
cuma berdua Alvin gak seru."
"Me..mereka.. G..gak
bakal m..marah kak?" Tanya Shilla makin gelalapan.
"Enggak kok. Mereka gak
bakal marah. Tenang aja. HOY VIN! Mereka ikut aja yuk daripada kita cuma
berdua."
Alvin yang baru datang
memandang Shilla Agni.
"Ohh mereka. Boleh.
Yuk!"
"Lo bonceng siapa nih
Vin?" Tanya Rio.
"Yang tomboy aja
deh." Jawab Alvin.
"Siip!" Entah
mengapa senyuman Rio merekah.
Sedangkan Shilla dan Agni
hanya saling berpandangan dengar siratan mata yang tak terbaca.
Mereka pun langsung pergi ke
cafe Zaca (read: ini ngarang. Jangan ditanya letaknya dimana.)
---
Cafe Zaca.
"Pesan apa ummm..."
"Ashilla. Bisa panggil
Shilla."
"Agnia. Bisa panggil
Agni."
"Ah.. Pesan apa Shill,
Ag?" Tanya Rio.
"Samain aja deh."
Jawab Agni yang diangguki Shilla.
"Yaudah. Mexico Chicken
Steaknya 4. Minumnya... Vanilla latte satu."
"Ice cappucino
satu."
"Lemonade dua."
"Ok. Ditunggu sebentar
ya."
"Kalian kembar?"
Tanya Alvin.
"Kelihatan seperti gak
kembar kah?" Tanya Agni.
"Iya! Satunya tomboy
satunya feminim cantik gimana gitu!" Cela Rio yang disambut senyum ShillAgni.
"Kami kembar. Murni
seayah, seibu. Cuma beda 3 menit setelah aku lahir duluan." Jelas Shilla.
"Ahhh... Tapi kok beda
ya?" Tanya Alvin polos.
"Gak semua kembaran itu
sama. Kayak kami. Dia feminim, aku tomboy. Lagian kami gak identik." Jawab
Agni.
"Tapi... Akur?"
Tanya Rio.
Shilla dan Agni saling
pandang dan tersenyum.
"AKUR BANGET!" Seru
keduanya kompak.
"Aku feminim-feminim
gini tapi pasti selalu nemenin dia main basket." Ujar Shilla tersenyum.
"Dan aku tomboy-tomboy
gini pasti selalu nemenin dia hunting boneka atau novel atau aksesoris."
Ikut Agni.
"Dan kami selalu bareng
kemanapun. Kalau satunya sakit ya .... Sama-sama mendekam dirumah." Lanjut
Shilla.
"Akur banget." Alvin
menatap kagum.
"Woiyadong.."
'Temani akuu.. Rasakan
cin...' Dering Hp Rio.
"Hallo Fy." Tampak
wajah ShillAgni pucat.
"..."
"Di cafe Zaca sama
Alvin, Shilla, Agni." Wajah ShillAgni makin pucat.
"..."
"Perlu aku sama Alvin
jemput?"
"..."
"Yakin?"
"..."
"Okok. Gue sama Alvin
tunggu lo disini. Tapi lo gak marah kan kami jalan sama Shilla Agni?"
"..." Rio
tersenyum.
"Ok sayang. Hati-hati
ya. Love ya."
"Kak Rio! Kak Ify gak
marah kan?" Tanya Shilla takut.
"Nggak kok. Tenang
aja." Jawab Rio tersenyum membuat Shilla tenang. Shilla pun tersenyum.
10 menit kemudian.
Mereka tengah menikmati
makanan mereka saat BLINK tiba-tiba datang.
"Hai sayang." Sapa
Alvin pada Via yang disambut Via dengan sebuah jitakkan.
"Adaww.." Ringis
Alvin. Yang lain hanya menahan ngakak.
"Emm.. Kak Via, kak Ify,
duduk disini aja. Shilla sama Agni bisa pindah." Ujar Agni.
"Jangan. Gapapa kok. Kami cuma bentar. Cuma emm..." Ify menggantungkan kalimatnya.
---
Gue sebenernya mau buat cerpen. Tapi kepanjangan gitu. Jadi gue buat dalam beberapa part
ya. Soalnya kepanjangan. So this is it. Times
#partA. Wish u like it ;) Couple? Pikir aja sendiri wleee... Kalau bukan RioNi-AlShill ya YoShill-AlNi tebak sendiri sono. :P
Jangan lupa saran and kritik yaa :* There'll be no RiFy and AlVia okeh? -,-v
NB:
Lagu Zevana- Solo(Demi
Lovato)
Lagu Zahra- Langkahku (Zahra
Damariva)
Lagu Cakka- Lupa Bawa Nyali
(The Finest Tree)
Lagu Shilla Agni- Simfoni
Hitam (Sherina)
Ringtone Rio- Temani Aku (Lagu ciptaan Rio dongseee~)
Follow: @Sher_Sherlen
No comments:
Post a Comment