Thursday, June 27, 2013

Times #PartA (Cerpen)


Times.


Waktu,
Kapan engkau kan membawaku?
Membawaku ke masa indah,
Masa indah yang ku nantikan.
Waktu,
Bisakah kau membawanya?
Membawanya perlahan kepadaku,
Membiarkanku bahagia bersamanya.
Waktu,
Bisakah?

Ashilla dan Agnia. Dua kembaran tak identik yang sangat akur. Keduanya sangat bertolak belakang. Ashilla yang lemah lembut dan feminim dan Agnia yang tomboy. Tetapi satu hal menyatukan perbedaan mereka. Patah hati. Siapa sangka patah hati membuat keduanya sama-sama diambang keperihan.
Agni dan Shilla sedang duduk diayunan taman rumah mereka. Menatap bintang dan mencoba menggambar rasi bintang mereka. Berharap salah satu bintang tersebut jatuh dan mereka mulai berdoa kemudian doa mereka terkabul. Hening. Sangat hening. Hanya suara jangkrik dan semilir angin yang menerpa keduanya.
"Perih ya, Shil. We're just nobody. Mereka kan sukanya somebody." Agni memecah keheningan.
"Ify Via. Member blink. Girlband Season High School. Kita? Dikenal anak kelas doang." Ikut Shilla.
Perlahan air mata mereka mengalir membasahi kedua pipi mereka.
"Kakakkk.." Suara 2 cowok seraya berlari memeluk mereka.
Deva dan Ray. Kembaran yang merupakan adik Shilla Agni. Shilla cenderung lebih dekat sama Deva sedangkan Agni sama Ray. Deva sama Ray kini duduk di kelas IX.
"Kakak kami gak pernah cengeng. Apalagi masalah cowok." Deva mengusap lembut air mata Shilla.
"Iya kak. Jangan nangis. Nanti Ray sama Deva ikutan sedih." Ray memeluk erat Agni.
"Makasih ya Ray, Dev." Ujar Shilla memeluk Deva.
"Ray, Dev, ini kan udah malam. Kalian tidur sana. Nanti bunda marah kalau kalian tidurnya malam."
"Yaudah deh kak. Kami tidur dulu ya." Pamit Ray.
"Kalian jangan nangis lagi. Night kak Shilla, night kak Agni."
"Night Dev, Ray."
Hening. Lagi-lagi hening menyelimuti mereka.
"Tidur yuk Ag." Ajak Shilla yang diangguki Agni.
"Night Ag." Shilla pun memasuki kamarnya.
"Night too, Shil."
Memang kamar mereka terpisah. Kamar Shilla dipenuhi oleh novel, boneka, accesories dan ber-cat peach. Sedangkan kamar Agni dipenuhi oleh alat-alat olahraga terutama bola basket dan ber-cat biru tua. Selera mereka yang berbeda membuat mereka dipisah kedua orang tuanya.

---

"Shilla! Agni!" Teriak Zeva, sahabat mereka.
"Haii Ze.."
"Masuk yuk! Bu Marisa bakal nentuin yang isi acara dari kelas kita untuk pensi nanti." Ajak Zeva semangat.
Shilla Agni hanya mengangguk. Mereka bertiga pun memasukki kelas. Mata keduanya tertuju pada 2 pasang kekasih yang berjalan mesra. Lagi-lagi keperihan menyerang hati keduanya. Shilla dan Agni langsung bergandengan erat. Seolah saling memberi semangat. Saling menoleh dan.... tersenyum lemah.
"Yuk!" Ajak Shilla menutupi kesedihannya, menyusul Zeze yang mendahului mereka.

---

"Selamat pagi anak-anak."
"Pagi bu Marisa..." Koor 30 anak dikelas XI-IPA2.
"Baiklah. Pagi ini ibu akan menentukan 5 orang yang akan menjadi wakil kelas untuk acara pentas seni nanti." Ujar bu Marisa yang langsung direspon dengan sorak-sorakkan XI-IPA2 kecuali Shilla Agni.
"1. Agnia Deanada.
  2. Ashilla Deanada.
  3. Cakka Nuraga.
  4. Zahra Damariva.
  5. Zevana Arga." Dikte bu Marisa.
Shilla dan Agni saling berpandangan. Sesungguhnya mereka tidak mau mengikutinya. Tetapi bu Marisa adalah tipe orang yang tidak bisa dibantah.
"Ada pertanyaan?" Tanya bu Marisa.
"Bu.." Agni mengangkat tangan.
"Iya, Agnia."
"Kalau saya duet dengan Shilla, boleh?" Tanya-nya.
"Boleh. Kalian ber5 bisa solo, duet, trio, band, vocal group atau apapun terserah kalian." Jelas Bu Marisa.
"Baiklah bu. Terima kasih." Ujar Agni.
"Kalian bisa persiapkan dari sekarang. Jam pelajaran hari ini kosong karena ada rapat guru untuk pensi. Terima kasih dan permisi." Bu Marisa pun keluar dari kelas.
"Ag, Shill, Zah, Ze, ke ruang musik yuk. Sebelum direbut kelas lain." Ajak Cakka. Mereka berempat mengangguk setuju dan mengekori Cakka.
Cakka membuka ruang musik. 4 orang di dalam menoleh.
"Ehm, maaf kak mengganggu." Ujar Cakka.
"Gak apa kok, kalian mau pakai? Kita bisa bagi."
"Boleh kak?" Tanya Cakka ragu.
"Iya boleh. Kalian duduk dulu aja. Abis 2 lagu lagi kami istirahat. Nanti giliran kalian yang latihan."
Alyssa atau yang lebih dikenal dengan Ify, Sivia, Febby dan Pricilla. Anggota girlband Blink. Girlband Season High School yang terkenal. Sekaligus dua diantaranya adalah orang yang dicemburu Shilla dan Agni.
"Ify sayang. Ini minumnya."
"Via. Ini. Loh kok banyak orang?"
Mario Stevano dan Alvin Jonathan. Dua pemuda yang telah lama menjadi dambaan hati Shilla Agni.
Lagi-lagi Shilla dan Agni hanya bisa menunduk. Menutupi keperihan mereka. Siapa mereka? Gak akan bisa menarik perhatian Alvin dan Rio yang notabene nya adalah kapten basket dan kapten futsal Season High.
"Yosh! Kalian bisa pake dulu kok." Ujar Via.
"Ma..makasih kak Via." Balas Agni seraya menunduk. Tak sanggup melihat depannya.
"Siapa dulu?" Tanya Cakka.
"Zeva, Zahra, kamu, baru kami." Jawab Shilla.
"Oke."
Zeva duduk memangku bass-nya.

You speak to me
And in your words I hear a melody
But in the twilight it's so hard to see
What's wrong for me
I can't resist
Until you give the truth a little twist
As if you're gonna get away with this
You're not sorry
I can't believe I fell for this
I fell through the hole
Down at the bottom of your soul
Didn't think you could go
So low
Look at what you've done
You're losing me
Here's what you've won
Got me planning to go
Solo
Solo
You sing to me
Too bad you couldn't even stay on key
If your life is such a mystery
Why don't you stick to acting?
Here you go again
You couldn't find my number until when
You thought that you could get to my best friend
Without a script your game is lacking
I can't believe I fell for this
I fell through the hole
Down at the bottom of your soul
Didn't think you could go
So low
Look at what you've done
You're losing me
Here's what you've won
Got me planning to go
Solo
Solo
I'd rather go to a party alone
Than have to walk around with you on my arm
Now that i'm proud to admit that we're done
Good luck trying to find me....
'Cause I didn't think you could go
So low
Look at what you've done
You're losing me
Here's what you've won "
Got me planning to go
Solo
Every day
'Cause you got me planning to go
Solo
Solo

Kami berempat bertepuk tangan.
"Keren loh Ze." Puji Agni.
"Ah bisa aja. Gak keren-keren amat kok. Zah.. Nih.."
Kini giliran Zahra duduk dibangku keyboard.

Ku buka lembar baruku
Ku mulai dengan langkah pertama
Menuju titik harapan dengan percaya diri
Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu mimpiku pasti terjadi
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu mimpiku pasti terjadi
Impianku pasti mungkin terjadi

Lagi-lagi keempatnya bertepuk tangan. Suara Zahra yang tinggi mampu membuat mereka merinding.
"Kka.." Cakka mengambil gitarnya dan duduk memangku gitarnya.

Tiap kali ku melihatmu
Sesak napas dan kehilangan arah
Tolong tolong tolong bantulah aku
Berdiri tegak dengan dua kakiku
Hey little baby
Kau membuat napas ini
Lepas dan tak terkendali, tak bernyali
Tolong kembali, kembalikan napas ini
Berilah sedikit lagi, harga diri
Pernah kumencoba cool didepanmu
Keringat dingin membasahi wajahku
Lalu kau bertanya, apa yang terjadi?
Aku bilang, aku lupa bawa nyali
Hey little baby
Kau membuat napas ini
Lepas dan tak terkendali, tak bernyali
Tolong kembali, kembalikan napas ini
Berilah sedikit lagi, harga diri
Ini semua, betapa besar cintaku padamu
Takbisa lagi aku menjelaskan
Yang aku tahu, yang aku tahu
Aku tergila-gila kepadamu
Selalu begini, selalu begini
Tiap aku mencoba cool dihadapanmu
Jantung terasa lepas
Napas tak terkendali
Nervous mendera sekujur tubuhku
Pasti begini, pasti begini
Tiap aku mencoba cool dihadapanmu
Kata yang kusiapkan lenyap begitu saja
Di depanmu aku seperti tak berarti
Aku selalu lupa bawa nyali
Hey little baby,
Kau membuat napas ini
Lepas dan tak terkendali, tak bernyali
Tolong kembali, kembalikan napas ini
Berilah sedikit lagi, harga diri

"Kka! Keren banget rapp lo!" Puji Agni.
"Gitarnya jugaa.." Puji Shilla.
"Hehe.. Thanks Shil. Ag. Yaudah gih giliran kalian."
Shilla dan Agni menarik nafas.
'Kenapa kak Rio gak keluar... Gue maluuu...'
'Astaga kak Alvin keluarrr... Gue malu ahh...'
Agni memangku gitarnya dan Shilla duduk dikursi keyboard.

Malam sunyi kuimpikanmu
Kulukiskan cita bersama
Namun s'lalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun s'lalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
T'lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T'lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
'Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
T'lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T'lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu....
T'lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T'lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

Kali ini Alvin, Rio, Ify, Via, Febby, Pricilla dan Zahra, Zeva, Cakka serentak bertepuk tangan.
"Kalian keren banget." Puji Febby.
"Iya. Feelnya dapat banget." Ikut Ify.
"Bener! Feelnya dapat." Setuju Pricill.
"Kerennn bangeeettt..." Puji Via.
"Sumpah aku merinding loh dengarnya." Puji Rio.
"Nyanyinya itu kayak dari hati." Puji Alvin.
"Th.. Thanks kak Febby, k..kak Ify, kak Pricill, kak V..Via, kak Alvin dan kak Rio." Ujar Shilla. Mereka tersenyum malu dan menghampiri ketiga teman lainnya yang menatap mereka terpukau.

---

"Hey! Kalian berdua belum pulang?" Tanya seseorang menepuk pundak Shilla.
"Eh.. Ah.. Ehh.. Belum kak Rio. Lagi nungguin taksi soalnya mama gak bisa jemput." Jawab Shilla gelalapan.
"Temenin gue sama Alvin makan siang yuk." Ajak Rio.
"K..kak Via sama kak Ify?" Tanya Shilla.
"Mereka latihan. Kalau cuma berdua Alvin gak seru."
"Me..mereka.. G..gak bakal m..marah kak?" Tanya Shilla makin gelalapan.
"Enggak kok. Mereka gak bakal marah. Tenang aja. HOY VIN! Mereka ikut aja yuk daripada kita cuma berdua."
Alvin yang baru datang memandang Shilla Agni.
"Ohh mereka. Boleh. Yuk!"
"Lo bonceng siapa nih Vin?" Tanya Rio.
"Yang tomboy aja deh." Jawab Alvin.
"Siip!" Entah mengapa senyuman Rio merekah.
Sedangkan Shilla dan Agni hanya saling berpandangan dengar siratan mata yang tak terbaca.
Mereka pun langsung pergi ke cafe Zaca (read: ini ngarang. Jangan ditanya letaknya dimana.)

---

Cafe Zaca.

"Pesan apa ummm..."
"Ashilla. Bisa panggil Shilla."
"Agnia. Bisa panggil Agni."
"Ah.. Pesan apa Shill, Ag?" Tanya Rio.
"Samain aja deh." Jawab Agni yang diangguki Shilla.
"Yaudah. Mexico Chicken Steaknya 4. Minumnya... Vanilla latte satu."
"Ice cappucino satu."
"Lemonade dua."
"Ok. Ditunggu sebentar ya."
"Kalian kembar?" Tanya Alvin.
"Kelihatan seperti gak kembar kah?" Tanya Agni.
"Iya! Satunya tomboy satunya feminim cantik gimana gitu!" Cela Rio yang disambut senyum ShillAgni.
"Kami kembar. Murni seayah, seibu. Cuma beda 3 menit setelah aku lahir duluan." Jelas Shilla.
"Ahhh... Tapi kok beda ya?" Tanya Alvin polos.
"Gak semua kembaran itu sama. Kayak kami. Dia feminim, aku tomboy. Lagian kami gak identik." Jawab Agni.
"Tapi... Akur?" Tanya Rio.
Shilla dan Agni saling pandang dan tersenyum.
"AKUR BANGET!" Seru keduanya kompak.
"Aku feminim-feminim gini tapi pasti selalu nemenin dia main basket." Ujar Shilla tersenyum.
"Dan aku tomboy-tomboy gini pasti selalu nemenin dia hunting boneka atau novel atau aksesoris." Ikut Agni.
"Dan kami selalu bareng kemanapun. Kalau satunya sakit ya .... Sama-sama mendekam dirumah." Lanjut Shilla.
"Akur banget." Alvin menatap kagum.
"Woiyadong.."
'Temani akuu.. Rasakan cin...' Dering Hp Rio.
"Hallo Fy." Tampak wajah ShillAgni pucat.
"..."
"Di cafe Zaca sama Alvin, Shilla, Agni." Wajah ShillAgni makin pucat.
"..."
"Perlu aku sama Alvin jemput?"
"..."
"Yakin?"
"..."
"Okok. Gue sama Alvin tunggu lo disini. Tapi lo gak marah kan kami jalan sama Shilla Agni?"
"..." Rio tersenyum.
"Ok sayang. Hati-hati ya. Love ya."

 
"Kak Rio! Kak Ify gak marah kan?" Tanya Shilla takut.
"Nggak kok. Tenang aja." Jawab Rio tersenyum membuat Shilla tenang. Shilla pun tersenyum.
10 menit kemudian.
Mereka tengah menikmati makanan mereka saat BLINK tiba-tiba datang.
"Hai sayang." Sapa Alvin pada Via yang disambut Via dengan sebuah jitakkan.
"Adaww.." Ringis Alvin. Yang lain hanya menahan ngakak.
"Emm.. Kak Via, kak Ify, duduk disini aja. Shilla sama Agni bisa pindah." Ujar Agni.
"Jangan. Gapapa kok. Kami cuma bentar. Cuma emm..." Ify menggantungkan kalimatnya.

---
Gue sebenernya mau buat cerpen. Tapi kepanjangan gitu. Jadi gue buat dalam beberapa part ya. Soalnya kepanjangan. So this is it. Times #partA. Wish u like it ;) Couple? Pikir aja sendiri wleee... Kalau bukan RioNi-AlShill ya YoShill-AlNi tebak sendiri sono. :P
Jangan lupa saran and kritik yaa :* There'll be no RiFy and AlVia okeh? -,-v
NB:
Lagu Zevana- Solo(Demi Lovato)
Lagu Zahra- Langkahku (Zahra Damariva)
Lagu Cakka- Lupa Bawa Nyali (The Finest Tree)
Lagu Shilla Agni- Simfoni Hitam (Sherina)
Ringtone Rio- Temani Aku (Lagu ciptaan Rio dongseee~) 

Follow: @Sher_Sherlen

No comments:

Post a Comment