Saturday, December 14, 2013

The One That Got Away -ShortStory-


THE ONE THAT GOT AWAY

Namaku Nathalie. Tahun ini aku berusia 17 tahun. Memilikki 2 sahabat bernama Christie dan Flonia. Diusia 16 tahun lebih ini juga aku telah memilikki seorang sandaran hati. Meskipun ia lebih muda dari aku (8 bulan ok, aku bukan pecinta berondong yang jauh perbedaan usianya), dia cukup dewasa bagi aku. Dia baik, dia care, dia romantis, dia humoris, dia pengertian. Hanya saja dia sering kali cuek dan gak peka. Tapi aku sangat merasa nyaman dengannya meskipun harus ada rintangan berupa jarak. Ya, kami mengalami Long Distance Relationship. Kau tahu? Berat sekali rasanya untuk menjalani ini. Kepercayaan adalah kunci utama untuk mempertahankan hubungan kami. Maka karena itu aku mencoba untuk memercayainya. Kau pikir gampang, heh? Dia keren dan aku rasa dia cowok favorite di sekolahnya. Lebih gampang memercayaiku yang guess what, cantik aja nggak. Jadi gak bakal ada yang naksir aku. Tapi apapun itu, ia memercayai ku, mengapa aku tidak percaya terhadapnya? Namanya Gabriel.
Hanya saja semakin lama, semakin sulit. Belakangan ini komunikasi kami merenggang, ia semakin cuek terhadapku. Aku tahu mana cuek biasa dan mana cuek tidak biasa.

Christie
ü  GALOOOO!!!
·         Nape lagi?
ü  Dia gak bbm sampe sekarang masa. Gue takutt..
·         Takut apa sih? Lo bisa bbm duluan kan? Gengsi lo ketinggian sih.
ü  Apaan gentleman dong! Masa cewek duluan.
·      Tuh kan gengsi -_- susah kalo nasehatin lu mah! Emansipasi kali nyak!-_-
ü  Tau’ ah! Ribet curhat sama lu-_-

Flonia
ü  GALOOOOO!!!
·         Kenapa?
ü  Dia gak bbm sampe sekarang..
·         Sibuk main game kali..
ü  Apaan -_- masa sampe gak inget sama aku..
·         Ya dia kan true gamers.
ü  Ternyata gak pengertian juga.. dikirain kau lebih care kan sama aku -_- males ah!

Ribet sih ya punya sahabat gini. Yang satunya –Flo- gak ngerti tentang cinta (bayangin berapa banyak yang suka dia dan hampir semua cowok dibilang ganteng sama dia-_-) Yang satunya –Christie- asyik sama pacarnya sendiri yang ngeyel juga. Miris banget sih. Mungkin aku emang harus dengerin kata Christie kali ya buat ngecoba bbm dia duluan? Coba aja deh.
Belum dibbm dan akhirnya ringtone BlackBerry-ku berbunyi.

Gabriel
Calling…
“Hallo..”
“Haii.”
“Kamu apa kabar hari ini?”
“Baik.. Kangen kamu..”
“Aku juga..”
“Hehe..”
“Nathe, kayaknya aku harus ngomong sesuatu sama kamu..”
“Apa? Kamu mau curhat tentang nilai? Atau cewek-cewek di sekolahmu yang nembak kamu tapi kamu gak tahu cara nolaknya? Atau apa? Aku siap dengerin kamu kok.”
“Nggak.. Bukan nilai, bukan nolak cewek, kali ini beda.”
“Jadi apa? Aku siap dengerin kamu kok.”
“Ehm.. Nathe, kayaknya kita cukup sampai disini deh..”
“Mmm.. Gabriel, ini tanggal 4 Maret, belum waktunya April mop loh..”
“Ini bukan April Mop.”
“Jadi kamu becanda aja? Hahaha… sumpah itu cukup buat aku getar getir.. haha..”
Listen, Nathe! I’m not kidding. I think we’ve done here.
But.. but why, El? Tell me.
I found someone better.
Yes! I did it too. But, guess what? Aku tepis rasa itu, aku gak peduliin orang itu dan itu semua karena kamu! Karena aku sayang kamu, aku tahu kamu percaya sama aku dan aku gak mau ngerusak kepercayaan kamu ke aku! Tapi.. ini balasan kamu, El?”
Sorry Nathe..”
“Ok, kalau ini emang keputusan kamu aku terima El, but anytime you need me, I’ll be there. Thanks buat hari ini, udah ngecampur adukkin perasaan aku..”

NICE! Aku gak pernah se-nyesek ini! Aku gak pernah sesayang ini sama cowok dan for the first time it’s really hurts!
Aku menghempaskan diri ke atas tempat tidurku. Ku raih boneka pink yang dikirimnya untukku tahun lalu sebagai kado anniversary pertama kami. Dan malam itu, aku tak dapat lagi menjelaskan bagaimana perasaanku. Diputuskan dengan alasan ia telah mendapatkan yang lebih baik. Beribu cowok yang lebih nyata ada di hadapan aku. Yang mungkin bagi orang lebih keren daripada dia, tapi aku tetap memilihnya. Karena rasa cinta aku ke dia lebih besar dibandingkan rasa kagumku pada orang-orang.

--

Sinar mentari menembus jendela kamarku dan aku mendapati diriku tertidur dengan sangat berantakkan. Ini hari minggu. Aku beranjak ke cermi untuk menyisir rambutku dan melihat wajah kusutku. Mata bengkak, hidung memerah, rambut berantakkan.
“Nathe.. Buka pintunya dong. Ini kami. Christie sama Flo.”
“Sebentar.” Aku membuka pintu untuk mereka dan kembali menguncinya setelah mereka masuk.
“Nathe, kata mamamu semalam kamu gak makan malam. Kamu kenapa sih?” Tanya Flo.
“Kamu nangis, Nathe? Matamu bengkak gini. Kamu kenapa sih? Kita sahabat kan? Kok saling tertutup gini.” Kali ini Christie yang membuka suara.
Dan kemudian aku tak dapat menahan tangisku lagi. Aku menghambur memeluk Christie yang duduk tepat disampingku.
“Kamu kenapa, Nathe?” Tanya Flo khawatir sambil mengusap pundakku, mencoba menenangkanku.
“Gabriel.. Gabriel mutusin aku..” Jawabku sesenggukkan.
“Hah?! Kok bisa?” Tanya Christie kaget dan aku dapat menangkap raut wajah kemarahan dari keduanya terutama Flo.
“Dia bilang.. dia dapat.. yang.. lebih.. baik dari.. aku..”
“DASAR COWOK! GAK TAHU UNTUNG BANGET SIH!” Christie murka.
“Udahlah! Kamu juga pasti bisa dapat yang lebih baik dari dia! Kalau dia bisa, kenapa kamu enggak? Iya kan? Udah lah! Gak usah nangisin cowok gak penting kayak dia! Gak menghargai banget dapat cewek baik kayak kamu, Nathe!” Dan ini pertama kalinya aku melihat Flo semarah ini.
Aku terdiam. Hanya dapat menangis.
“Hari ini, kamu luapin semuanya, Nathe. Setelah itu jangan lagi ingat-ingat tentang dia! Ok?” Pinta Christie.
Thanks ya, girls.” Mereka mengangguk menanggapiku.
“Tadi kami beliin kamu nasi uduk. Kita makan ya. Gak boleh gak makan.”
Aku mengangguk.
“Gak enak. Tawar.” Ujarku.
“Dinikmati. Sambelnya pedas loh.” Ujar Christie.
Aku hanya menatap kosong. Dan lagi, air mataku mengalir.
“Nathe, dimakan dong.” Pinta Flo.
Aku menggeleng lemah. Melihat kondisiku, mereka memelukku.

--

2 bulan kemudian.
Tanggal 18 Mei pukul 23.50. Besok adalah hari ulang tahunnya. Aku bimbang, haruskah aku mengucapkannya? Dan akhirnya aku mengetik ucapanku.

Gabriel
ü  Happy birthday Iel :) wish you tons of luck and happiness, wish you everything good for you. May God bless you always. Gimana sama pacar barumu? Pasti bahagia ya? Aku turut senang deh. Doain aku supaya gak terpaut masa lalu lagi ya. Dan izinkan aku buat yang terakhir kalinya ucapin ini ke kamu, I love you, Iel. Once again happy sweet 16th ya.
·         Thanks ya. Amin. Sorry for hurting you.
ü  Welcome.
Kalau ini memang yang terbaik buat kamu, Iel. Aku pasti relain kamu. Tapi izinkan aku untuk tetap menyimpan rasa ini untuk kamu. Sampai kapanpun, aku gak akan pernah bisa lupain kamu. Sampai kapanpun. Thanks for everything. Terima kasih udah pernah hiasi hati aku, udah pernah warnai hari-hari aku. Now until forever, you’ll stay in my heart. I love you, Iel.

Summer after high school when we first met
We make out in your Mustang to Radiohead
And on my 18th Birthday
We got matching tattoos
Used to steal your parents' liquor
And climb to the roof
Talk about our future
Like we had a clue
Never planned that one day
I'd be losing you
In another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away
I was June and you were my Johnny Cash
Never one without the other, we made a pact
Sometimes when I miss you
I put those records on
Someone said you had your tattoo removed
Saw you downtown singing the Blues
It's time to face the music
I'm no longer your muse
But in another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away
The o-o-o-o-o-one
The o-o-o-o-o-one
The o-o-o-o-o-one
The one that got away
All this money can't buy me a time machine
Can't replace you with a million rings
I should've told you what you meant to me
'Cause now I pay the price
In another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away
The o-o-o-o-o-one
The o-o-o-o-o-one

The o-o-o-o-o-one
In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away

---

okay! DONE! Ini sad ending tapi gak ngefeel! Sorry ya. ini request dari orang aku gak tahu namanya tapi uname twitternya: @swaggy_shintt . Sorry ya kalo jelek, aku lagi gak ngerasain sad ending jadi mungkin gak ngefeel. Thanks for reading ya. Comment dan Kritik bisa di bawah (dikolom komentar) atau mention ke @Sher_Sherlen .
Thanks for reading :) Sorry if there's any typo(s) or mistake(s).

2 comments:

  1. Cerita yang ini rada-rada nyesek gitu ya sher akhirnya? Bagussssss:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya :" kisah nyata bun :" sorry bun baru baca comment" mu. Thanks :*

      Delete